Percikan Permenungan

Written by Sachdar Gunawan | Wednesday, May 23, 2007 | , | 0 Comment »

Saat ini adalah titik permulaan hari baru. Hari ini diberikan kepadaku untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya menurut keinginanku. Apa yang kulakukan hari ini adalah sangat penting, oleh karena aku memulai suatu hari baru di dalam hidupku.

Bila hari esok tiba, hari ini akan lenyap untuk selama-lamanya, dan akan meninggalkan sesuatu sebagai hasil usaha itu. Aku berjanji kepada diriku bahwa apa yang ditukarkan itu adalah untuk kebaikan, kemajuan dan suksesku, agar aku tidak akan menyesali harga yang kubayarkan untuk hari ini.

Pikiran dan tingkah lakuku tenang dan segar. Aku menunjukkan keramahan kepada orang lain. Aku tolerans terhadap orang lain; terhadap kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan mereka. Aku memandang sikap mereka dengan hati yang lapang.Aku berlaku dan bertindak seakan-akan apa yang kujadikan sasaranku pasti akan kucapai. Aku memang individu sesuai dengan idamanku, dan gambaran individualitas terpantul dalam setiap perbuatanku.

Aku tidak akan mengijinkan pertimbangan ataupun sikapku dipengaruhi hal-hal yang negatif atau pesimistis. Aku berusaha tersenyum sesering mungkin, sekurang-kurangnya beberapa kali dalam sehari.

Aku memberikan reaksi dengan cara yang tenang dan bijaksana dalam keadaan apapun. Kalaupun aku tidak dapat menguasai suatu keadaan, aku selalu akan berusaha memberikan reaksi dengan cara positif, terhadap fakta-fakta negatif sekalipun.

Akankah, refleksi perenunganku ini menjadi suatu nilai yang berguna untuk diriku? Tapi, yang terpenting adalah, bagaimana usahaku merealisasikan segala hal yang menjadi harapanku.

Seperti halnya, percikan air yang membangunkan masa tidurku [baca:stag], ketika butiran-butiran air itu memeluh wajah, mataku akan terbuka, dan mulai menyadari kondisiku saat itu, selanjutnya, apa yang harus aku lakukan, setelah percikan air itu membangunkanku?

0 Comment